KONSERVASI KAWASAN MERAPI, HARUSKAH DENGAN TAMAN NASIONAL ? Oleh Indra DE

November 25, 2008

Fungsi dan Pengelolaan Merapi

Kawasan Merapi dengan luas kurang lebih 8.752,83 ha terdiri atas ekosistem alpine dan  hutan tropis pegunungan (Tropical Mountain Forest). Ekosistem kawasan Gunung Merapi mempunyai fungsi sangat penting sebagai penyangga kehidupan dan memberi perlindungan lingkungan sekitarnya maupun daerah bawahannya, khususnya untuk propinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Peran penting dari fungsi kawasan Merapi diantaranya adalah sebagai daerah tangkapan air, pengendali banjir, erosi, keragaman hayati, social cultural, maupun ekonomi. Upaya perlindungan kawasan Merapi saat ini dengan menjadikannya kawasan lindung.  Status yang melekat adalah : Cagar Alam Plawang Turgo di Kabupaten Sleman, Lindung, dan  Hutan Taman Wisata. Upaya perlindungan atas kawasan Merapi telah dilakukan sejak zaman kolonial Belanda, tahun 1931 sebagai perlindungan sumber air, sungai dan penyangga kehidupan untuk wilayah disekitarnya. Sedangkan pemerintah Indonesia menetapkan sebagai Cagar alam (CA) untuk Pelawangan Turgo pada tanggal 8 Februari 1984 melalui SK Menhut  No 308/Kpts-II/1984. Dan saat ini, Pemda Jateng – DIY sedang menggagas untuk menjadikannya sebagai Taman Nasional. Dengan berbagaialasan tentunya. Beberapa komponen ekosistem yang dinilai unik diantaranya adalah vanda tricolor, Castanopsis argentia, elang jawa (spizaitus bartelski), Macan Tutul (Panthera pardus sp) bahkan sebagian masyarakat masih meyakini terdapatnya Harimau Jawa (Panthera tigris Sondaica).

Read the rest of this entry »

Pola Produksi dan Konsumsi Masyarakat Adat Kajang

November 25, 2008

Hampir seluruh masyarakatnya berkerja sebagai petani. Sebagian dari mereka terutama para pemuda seringkali juga merantau ke luar tanah Kajang. Para pemuda tersebut ada yang bekerja menjadi buruh atau juga pedagang kecil. Kebanyakan mereka pergi merantau saat masa tidak ada pekerjaan di sawah maupun di ladang. Yaitu antara masa tanam dan pemupukan sampai masa panen. Sebagian dari ibu rumahtangga mempunyai pula pekerjaan sebagai penenun kain asli Kajang yang hasilnya akan dijual ke pasar. Harganya cukup tinggi selembar kain tenun Kajang bisa bernilai sampai Rp. 200 ribu[1].

A. Produksi Makanan Pokok

Mata pencaharian pokok masyarakat adat Kajang adalah bertani. Sistem pertanian mereka yang sangat sederhana dilihat dari peralatan, pengairan pemupukan sampai panen. Pertanian di Kajang menanam dua jenis tanaman makanan, yaitu jagung dan padi. Dua jenis tanaman ini menurut Galla` Pantamma merupakan tanaman yang ditanam sejak leluhur mereka menempati daearah perbukitan di desa Tana Toa.

Read the rest of this entry »

Pendakian Massal

November 25, 2008

Salah satu aktifitas mapalaska adalah pendakian massal

Dekumentasi Kepanitiaan Pendakian massal 2008

MOTTO MAPALASKA

November 25, 2008

PADA PUNCAKMU KUCARI JATI DIRI

PADA HIJAUMU KUTEMUKAN DAMAI ABADI

TAKKAN MENYERAH DALAM CITA

TAKKAN SURUT SEBELUM BERSUJUD

Hello Pencita Alam Se-Indonesia

November 25, 2008

Welcome to MAPALASKAUINJOGA.WORDPRESS.COM


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.